Mengimplementasikan Pendekatan Kontekstual Dengan Prinsip Kontersipikal ke Dalam Segala Hal

THE THINGS THAT HOLD US

 - January 10, 2024 -

                 


        Untuk mengawali Blog ini, judul Predict Your Own Future adalah series blog yang dimana kita akan membahas bagaimana kita bisa meramal masa depan kita. Memang dalam dunia ini tidak ada hal fiktif seperti "Meramal Masa Depan", meramal disini tidak kita artikan secara harfiah yaitu meramal, akan tetapi meramal disini lebih ke arah merencanakan, memprediksi dan mengkalkulasi bagaimana alur, arus dan jalur kita dimasa depan untuk meraih segala goals atau checkpoint di kehidupan kita. 


Dan bab pertama yang akan pertama kita bahas adalah tentang bagaimana salah satu contoh pengambilan mindset untuk mengambil sebuah tindakan atau keputusan di situasi terdesak.
   
                                        

        Sering mengalami kesulitan pada momen untuk membagi waktu antara kuliah dan organisasi? mengalami kendala terkait kehadiran dikarenakan kita tidak bisa membagi tubuh menjadi dua ketika ada acara yang bertabrakan? Masalah-masalah tersebut pastinya sering dihadapi oleh seorang pelajar ataupun mahasiswa. nah bagaimana sih cara kita agar menanggulangi kendala-kendala tersebut? yuk kita simak, pendapatku tentang korelasi analisis kontersipikal dengan pengambilan keputusan dalam hidup.



        Nah kesulitan mengambil keputusan seringkali disebabkan karena banyaknya faktor pembanding ataupun variabel dominan yang membuat kita sulit untuk menderteminasi pilihan mana atau jalur mana yang terbaik untuk kita ambil. Seringkali, kita mengambil sebuah keputusan hanya menggunakan pemberatan keterkaitan tingkat urgensi. Kita menilai dimana kita lebih dibutuhkan dan melibatkan faktor dimana disituasi tersebut kita tidak bisa digantikan oleh orang lain, baru kita bisa mengambil keputusan tersebut. 

        Akan tetapi, ada  banyak cara untuk mengambil keputusan secara lebih efektif. salah satu metode untuk pengambilan keputusan adalah menganalisisnya berdasarkan manfaat dan keseimbangannya bagi kita. Pengambilan keputusan akan suatu hal berdasarkan manfaatnya bagi kita itu juga sangat penting, jangan semata-mata kamu diundang ke berbagai acara namun disitu kamu hanya sekedar menjadi partisipan lalu pulang dengan tangan kosong. 

        Manfaat atau keuntungan adalah salah satu faktor terbaik sebagai pemicu atau motivasi orang untuk melakukan suatu hal. Kita bisa mengeksploitasi hal itu dengan memanipulasi diri kita sendiri untuk memaksa berfikir kritis tentang manfaat apa saja yang mungkin kita dapat jikalau kita mengikuti sebuah kegiatan tersebut. Contohnya, kita diundang atau mendaftarkan diri ke dalam salah satu acara seminar atau bootcamp sebagai partisipan, nah sebelum mendaftar tersebut pastinya kita harus menganalisis dulu bagaimana manfaat tersebut bisa menjadi setara atau seimbang dengan segala persiapan dan effort yang kita keluarkan untuk mengikuti atau datang ke seminar atau bootcamp tersebut. Bagi saya sendiri, relasi dan soft skill menjadi peringkat prioritas pertama jika saya mengkaitkan segala hal dan menganalisis segala hal menggunakan metode ini.

        Dengan menempatkan kita sebagai pribadi yang kritis, kita bisa melihat dengan sudut pandang drone view tentang apa saja downside dan benefit dari setiap kegiatan yang kita lakukan. "Everything must be balance as it should be". Seperti dalam ilmu akuntansi, semuanya harus seimbang antara usaha atau effort yang kamu keluarkan untuk sesuatu yang ingin kamu capai atau raih. Jangan hanya gemirlap tropy atau bahkan megahnya kursi jabatan, kamu lupa akan segala kekurangan atau downside dibalik semuah kemegahan tersebut. Semua yang cantik di luar tidak selalu cantik di dalam. Metode ini bisa kalian terapkan tidak hanya untuk kegiatan tapi juga bisa ke dalam segala hal. Saat aktivitas setiap hari, saat mengerjakan tugas, saat kalian berpikir, bahkan saat kalian berolahraga. 

        Metode ini seakan-akan menjadi teropong jarak jauh kalian sebelum kalian memasuki medan perang. Lebih baik merencanakan dari awal sebelum menyesal di akhir. Ingat, Rencana itu bisa menjadi senjata paling mengerikan di medan perang. Asah lah cara berpikir dan beretorika untuk mencapai tingkat merancang sebuah rencana dengan pandangan dan penilaian yang kritis. Namun, jangan lupa masih ada hal yang namanya kebaikan dan sukarela yaa, masih ada hal yang namanya kebaikan di dunia ini. Jangan lupa juga untuk menyebarkannya, karena melakukan suatu kebaikan tidak perlu menggunakan metode analisis keuntungan atau benefit. Karena segala benefit dari kebaikan sudah ada ahli hukum nya diatas sana. Predict your own future. 

Karena " cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan membuatnya " - Abraham Lincoln.



--Gigih, Thank you for Reading--

Comments

Popular Posts